Belajar Kepemimpinan dari Tokoh Yusuf


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

 Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Kepemimpinan dibutuhkan karena adanya keterbatasan dan kelebihan-kelebihan dalam diri manusia. Sejarah umat manusia memperlihatkan kepada kita tentang keberadaannya yang hidup berkelompok. Oleh karena itu, manusia sudah tidak asing dengan kepemimpinan. Kebutuhan akan kepemimpinan yang tepat pada zaman dan konteksnya semakin mendesak. Kepemimpinan yang demikian membutuhkan prasyarat-prasyarat yang khusus pula. Lanjutkan membaca

Taatilah Orang Tua-mu!


Bahan Bacaan : Kol. 3:20.
Kali ini kita akan belajar bagaimana menerapkan nilai ketaatan dalam kehidupan praktis. Firman Tuhan hari ini menekankan kepada kita demikian “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.” Ini adalah satu hukum yang Tuhan tetapkan agar keteraturan dapat tercipta mulai lingkungan keluarga.
Tuhan menempatkan kedua orang tua untuk menolong kita memahami dan mengalami kasih Allah. Kasih Allah membawa kita kepada pola hidup yang benar. Hidup benar itu bermula dari lingkungan keluarga. Orang tua-lah yang pertama-tama mengajarkannya kepada kita.
Mentaati orang tua adalah hukum yang tidak bisa ditawar-tawar. Firman ini jelas mengatakan “taatilah dalam segala hal.” Memang orang tua kita bukanlah orang yang sempurna. Orang tua masih ada kekurangannya.Namun yang pasti adalah tidak ada orang tua yang menghendaki yang buruk terjadi kepada anak-anaknya. Orang tua yang baik terlepas dari kekurang sempurnaannya pastilah menginginkan agar anaknya hidup lebih baik dari padanya.
Cobalah kamu ingat-ingat perjalanan hidupmu mulai dari masa kecil. Orang tua dengan sabar mengajari dan menuntun untuk dapat berjalan, untuk dapat berbicara dengan kata dan kalimat yang baik. Masa remaja adalah masa yang sangat kritis dalam tahapan kehidupan manusia. Karena itu jangan bosan untuk mendengarkan arahan kedua orang tua-mu. Ketika engau ada masalah, datanglah kepada orang tuamu dan mintalah bimbingannya. Taatilah mereka maka engkau akan terlindung dari hal-hal yang buruk. Hingga tiba saatnya nanti kamu beranjak dewasa dengan selamat.

Terpujilah TUHAN Panji Keselamatanku


Bulan Mei tahun 2012 merupakan waktu yang penuh dengan catatan penting dalam hidup saya. Catatan-catan itu antara lain:

1.      Pada tanggal 2 Mei 2012 saya melayani di Ibadah Kaum Wanita GSJA Cendrawasih Cengkareng. Perjalanan menuju ke gereja ini dipenuhi dengan tantangan di sepanjang jalan Daan Mogot yang sedang dilanda banjir. Selesai ibadah (kira-kira jam 9 malam) saya pulang dari GSJACenderawasih. Setibanya di lampu merah Ramayana Cengkareng, dimana saya harus mengubah haluan ke kiri menuju Harmoni. Namun sebelum saya mengubah haluan, tepatnya masih di lampu merah tersebut, ada sebuah Honda Civic hitam yang di kendarai seorang yang berlaku seperti sedang ingin balapan. Mobilnya di gas, kemudian di rem lagi. Hal itu dilakukannya berkali-kali. Karena itu saya menekan klakson motor untuk memperingatkannya supaya kalau mau ke kiri maka segeralah ia ke kiri, namun tidak ada tanda-tanda bahwa sipegendara Civic tersebut mau ke kiri. Lalu saya memutuskan untuk memacu motor saya ke kiri menuju arah Harmoni. Namun anehnya adalah Civic tadi pun langsung dipacu ke Kiri sejajar dengan motor saya. Melihat mobilnya mulai mengarah ke motor saya, saya menginjak rem. Begitu saya mengerem, dia pun mengerem lagi. Hal ini terjadi2 x. Setelah kejadian ke dua ini, saya berusaha melepaskan diri darinya dengan memacu motor saya lebih cepat dari yang tadi hingga 50 km/jam. Namun seperti pepatah mengatakan “Untung Tak Dapat Diraih, Malang Tak Dapat Ditolak”. Lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau. Tiba-tiba dari sebelah kanan yaitu dari jalur cepat seorang pengendara lain masuk ke jalur lambat tempat saya berada. Saya pun menginjak rem kuat-kuat. Namun akhirnya kami bersenggolan dan jatuh. Kemudian saya melepaskan kaki yang terjepit motor dan mendorongnya ke pinggir. Lalu saya pun menghampiri orang yang sudah menyalib saya. Kemudian saya menyelesaikan masalah kami.

  1. Tanggal 3 Mei 2012 jam 3 sore, pada waktu itu saya berada di STT Ekklesia Jakarta. Di bagian rongga perut saya sepertinya ada masalah. Masalah itu berlanjut dengan perubahan suhu badan saya turun drastis. Namun saya masih menguatkan diri karena harus menyelesaikan tugas ujian kuliahku yang akan ku ikuti jam 6 sore. Pada jam 6 sore waktu Indonesia Bagian Barat, saya mulai mengikuti ujian. Sejam berlalu masih tahan menanggung sakitnya tekanan di bagian rongga perutku.  Tepat pada jam 8.00 saya sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan ujian tersebut. Kemudian kertas jawaban ujian saya kumpulkan dan saya pun pulang dengan menaiki motorku. Sembari berdoa dan memohon kekuatan dari TUHAN untuk menolongku dapat tetap fokus untuk mengendarai motorku saya menahankan rasa sakit yang semakin menekan ke ulu hati ku. Rasanya seperti mau mati. Syukur kepada TUHAN, saya bisa tiba di ruma dengan selamat. Setelah motor ku parkirkan, saya menggantikan pakaianku dan kemudian memintakan kepada isteriku tercinta untuk mengambilkan makanan. Al hasil, baru makan 3 sendok makanan tersebut sudah tidak dapat lagi masuk ke perut ku. Melihat hal itu, isteriku memarahi saya. Namun saya tetap tenang menanggapinya. Setelah isteriku meminyaki badanku dengan minyak kayu putih, saya berusaha tidur namun tidak juga dapat tidur sebab rasa sakinya semakin menjadi-jadi.
  2. Tanggal 4 Mei 2012
    1. jam 2.30 pagi, saya pergi ke Rumah Sakit Royal Taruma Grogol bersama anak-anak didik kami. Karena isteriku harus menjaga anak bayi kami yang masih sangat kecil. Setelah tiba di UGD, saya di tanya oleh tim medis apa yang sedang saya alami. Dan kemudian seperti biasa dokter jaga di UGD memeriksa tubuh saya dengan menggunakan stetoskopnya. Setelah itu saya menelpon SOS Prudential karena kami adalah nasabahnya. Jam empat pagi, ruang rawat sudah ada, dan saya pun dipindahkan ke ruang perawatan. Namun setibanya di tempat tidur perawatan, saya tidak dapat membaringkan tubuh karena tekanan ke ulu hatiku semakin kuat. Rasanya seperti mau mati. Tetapi sekali lagi, syukur kepada TUHAN yang menolongkku melewati tekanan demi tekanan yang sangat menyiksa itu.
    2. Kira-kira jam 10 pagi saya di bawa ke ruang radiologi untuk di rontgen. Saya tidak sanggup untuk berdiri tegak seperti instruksi operator mesin tersebut. Hingga pemotretan harus diadakan 2 kali. Setelah itu saya di bawa ke ruang USG untuk memeriksa masalah apa di bagian rongga perutku. Kali ini saya tidak bisa tiduran sama sekali. Akhirnya sesuai dengan permintaan saya, dokter melakukan scaning dengan posisi saya sedang berdiri. Yang mencurigakan saya adalah di layar monitor saya melihat ada seperti cairan yang sedang terpompa keluar di bagian sebelah kiri tepatnya di bawah tulang rusuk saya. Tetapi saya tidak dapat memastikan bahwa itu adalah darah, karena dokter pun tidak dapat memutuskan bahwa itu adalah darah.
    3. Jam empat sore saya di bawa ke ruang ctscan. Kali ini saya diharuskan untuk tiduran. Saya pun tidak dapat memenuhinya karena setiap kali saya mau tiduran, tekanan ke arah ulu hatiku semakin kuat. Akhirnya saya meminta tim medis yang ada di ruangan tersebut untuk membius tubuh saya.
    4. Jam delapan malam dokter bedah memberitahukan kepada saya bahwa limpaku harus di operasi. Saya tidak berpikir lebih jauh dari pada yang akhirnya terjadi dimana limpaku harus diangkat semuanya.

Saya bersyukur sebab ada TUHAN Yesus yang sudah menolongku untuk melewati masa kritis tersebut. TUHAN Yesus telah memberikanku seorang isteri yang siap memperjuangkanku agar segera dilakukan penanganan yang serius. TUHAN ku Yesus juga telah menggerakkan Bapak Thio Siyujinata untuk mengetuk hati dari bagian keuangan Rumah sakit agar memberikan rekomendasi kepada dokter yang akan mengoperasiku. TUHAN Yesus juga yang telah menggerakkan rekan-rekan di seluruh Indonesia untuk mendoakanku, dan juga mengetuk hati rekan-rekan sekerja di ladang TUHAN untuk menolong kami.

Terpujilah TUHAN yang telah menyediakan segala yang kami butuhkan untuk proses operasi dan pemulihan.

Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman dari PT. SEFAS Pelindo Tama yang telah mensupport kami baik moril dan materil. Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari HONDA Prima Bekasi. TUHAN YESUS memberkati.

%d blogger menyukai ini: