Hamba TUHAN yang Dewasa


Apakah ciri-ciri hamba Tuhan Yang dewasa? 
  • Kedewasaan seorang hamba Tuhan tidak diukur dari usianya tetapi dari tingkat penguasaan diri dan materi di sekitarnya (1 Kor 13: 11).
·        Kata kanak-kanak (Child) adalah satu istilah yang erat hubungannya dengantingkat usia manusia. Kanak-kanak adalah manusia dengan batas usia 0-4 tahun.Anak usia 0-4 tahun adalah anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Dalam setiap tahap perkembangan ada ciri-cirikhusus, begitu juga pada saat masa kanak-kanak awal ditandai dengan ciri-ciritertentu, menurut Hurlock (1980:108) ciri itu tercermin dalam sebutan yangbiasa diberikan oleh para orang tua, pendidik, dan ahli psikologi:
a)      SebutanYang Digunakan Orang Tua. Adabeberapa sebutan untuk menggambarkan masa kanak-kanan, sebutan tersebutberkisar tentang perilaku dan aktivitas yang dilakukan anak-anak, sebagianbesar orang tua menganggap awal masa pada kanak-kanak sebagai usia yangmengundang masalah atau usia sulit. Masa kanak-kanak merupakan masa-masayang sulit bagi orang tua karena pada masa kanak-kanak awal ialah karenaanak-anak sedang mengembangkan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasanyang pada umumnya kurang berhasil. Selain itu pada sebagian orang tua jugamenganggap usia awal kanak-kanak sebagai usia mainan karena anak mudahmenghabiskan sebagian besar waktu juga bermain dengan mainannya.
b)     Sebutan Yang digunakan Para Pendidik.Sedangkan para pendidik menyebut usia awal kanak-kanak sebagai usia prasekolah,usia pra sekolah adalah usia yang belum memasuki usia sekolah atau masih beradadi taman kanak-kanak, kelompok bermain, atau penitipan anak-anak.
c)     Sebutan Yang Digunakan Ahli Psikologi.Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikanciri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis anak selama tahun awalmasa kanak-kanak.
Salah satu sebutan yang banyakdigunakan adalah usia kelompok, masa di mana anak-anak mempelajari dasar-dasarprilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yangdiperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu mereka masuk kelas satu. Karenaperkembangan utama yang terjadi selama awal masa kanak-kanak berkisar diseputarpenguasaan dan pengendalian lingkungan, banyak ahli psikologi yang melabelkanawal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, sebuah label yang menunjukkananak ingin mngetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimanaperasaannya dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungannya, initermasuk manusia dan benda mati. Salah satu cara yang umum dalammenjelajah lingkungan adalah dengan bertanya, jadi periode ini adalah menirupembicaraan dan perilaku orang lain, oleh karena itu periode ini juga disebutusia meniru. Namun kecenderungan ini nampak kuat tetapi anak lebih menunjukkankreativitas dalam bermain selama masa kanak-kanak dibandingkan masa-masa laindalam kehidupannya, dengan alasan ini para ahli psikologi juga menamakanperiode ini sebagai usia kreatif.
·        Sebutan kanak-kanak identik dengan kelompok manusia dari golongan yangsusah untuk mengutarakan pendapatnya.
”papa was mbing. ngeng…ngeng..ngeng…din…din…
Apa nak, sayang main apa? Main mobil ya?… mbing pa.”
”aya mo tu” mau apa nak? Mo ueh ma”

Tidak jarang kita mendengar percakapan antara anak danorangtua seperti di atas. Semua makhluk hidup memiliki bahasa. Dengan bahasamereka berkomunikasi. Menurut Jo Ann Brewer dalam Introduction to earlychildhood education, sixth edition, dikatakan bahwa language isdefined as a system of communication used by human. It is either producedorally or by sign, and it can be extended to its writen form. Jadi bahasaadalah sebuah sistem komunikasi yang dipakai oleh manusia baik berupa bahasalisan, bahasa isyarat maupun tulisan.

Bagi banyak orang yang lebih tua dari kanak-kanak ini,bahasa seoperti ini seringkali sulit untuk difahami. Sehingga tujuan darikomunikasi antara si anak dengan orang lain di sekitarnya tidak tepat sasaran.
·        Kanak-kanak adalah orang yang menarik perhatiansebanyak-banyaknya untuk dirinya.

Oleh karena keberadaannya yang masih belum mencapaitingkat penguasaan diri (emosi, kecakapan untuk memfungsikan anggota tubuhsecara sempurna). penguasaan  Materi disekitarnya, seringkali orang lainlah yang harus mengambil alih banyak ahal yangberhubungan dengan kehidupannya.

Ciri-ciri lainnya dari seorang kanak-kanak :
1.      Emosional. Anak-anak mengalamiproses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, orang dewasa berpikir,bertindak dan akhirnya merasakan. Artinya, seorang yang dewasa adalah pribadiyang dengan tenang mempertimbangkan setiap keputusannya dan tidak terjebakdalam emosi, perasaan dan pengaruh lingkungan belaka. Kedewasaan menuntutpemahaman akan kebenaran itu tanpa emosi yang meledak-ledak tak terkontrol.
2.       Egois.Setiap orang memiliki ego, namun orang yang tidak dewasa sering melampauiegonya sehingga menjadi egois. Ia pun tidak menyadari bahwa dirinya egois. Semakinegois, ia semakin jauh untuk melampaui kedewasaan. Kedewasaan memangmenyadarakan akan eksistensi diri yang sesunguhnya, tapi bukan mementingkandiri sendiri dan menghempaskan eksistensi orang lain.
3.      Tidak konsisten. Dasar darikarakter seorang yang dewasa adalah konsisten. Sebaliknya, bila seseorang masihbersikap tidak konsisten, mudah terpengaruh terhadap hal-hal baru yang merusakkomitmen sebelumnya alias tidak setia dan mata keranjang, maka sulit baginyauntuk mencapai kedewasaan sekali pun usia memenuhi untuk dewasa. Konsistensimemang selayaknya dimiliki oleh orang yang sudah mencapai usia dewasa, namunbanyak juga yang tidak memperhatikan konsistensi dirinya, baik terhadap dirinyamaupun terhadap orang lain.
4.      Tidak tepat janji. Perkataanorang dewasa adalah ukuran dari karakternya. Bila perkataannya dapat dipegangdan dipercaya, berarti kedewasaan teruji. Namun bila perkataan yang keluar darimulutnya sekedar kata-kata tanpa makna yang mudah untuk diingkari, berarti iabelum dewasa. Semakin intens dalam menepati janji, semakin terujikedewasaannya. Dan biasanya orang yang tidak dewasa mudah mengumbar janjipadahal ia sendiri belum tahu apakah dirinya dapat menepati janji itu.
5.       Tidakbertanggung jawab. Sebagai makhluk social, manusia dituntutmemiliki tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.Namun, kesadaran akan tanggung jawab hanya ada dalam pikiran orang dewasa.Orang yang tidak dewasa cenderung bingung dengan tanggung jawab dan seringmencari kambing hitam untuk melimpahkan tanggung jawab itu.
6.      Suka bersembunyi. Setiaporang tentu akan ditimpa berbagai masalah yang tak jarang masalah itu munculdalam bentuk yang sangat sulit hingga mencapai tahap yang sangat kritis. Padasaat kritis terjadi, pada saat itulah kedewasaan di uji. Orang yang dewasa akandengan berani menghadapi masalah itu. Namun orang yang tidak dewasa akan laridan bersembunyi, seolah dengan begitu masalah akan selesai.
7.       Hanyaberespon terhadap pemaksaan. Orang yang belum dewasa adalah orang yanghanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Keterpaksaan dan tekanan itu bisadalam bentuk harapan untuk mendapat imbalan, subordinasi, kompensasi, atau rasafrustasi.
Zaman ini banyak orang menyebut dirinya hamba Tuhan, namuntidak mengerti tugas tanggung jawabnya. Mereka ini sering kali menjadi troublemaker. Namun ketika bermasalah dengan orang-orang di sekitarnya, ia tidakmenyadari bahkan tidak mau mengakui bahwa sumber permasalahan sebenarnya adalahdirinya sendiri. Orang jenis ini seringkali lempar batu sembunyi tangan. Begitumasalah sudah besar, dan orang yang lebih dewasa berusaha menengahi masalahnya,ia malah menyalahkan orang lain. Bukankah ini adalah ciri dari seorangkanak-kanak?  Mereka berfikir sepertikanak-kanak. Sehingga seringkali kita menyebut mereka “childish” atau unskilledman orang yang tak berpengalaman”

Paulus berkata: ” Ketika aku kanak-kanak, akuberkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikirseperti kanak-kanak.” KJV : When I was a child,I spake as a child, I understood as a child, I thought as a child”: but when I became a man, I put away childish things.

G3516 νήπιος “nēpios”From an obsolete particle νη ne; implying negation and G2031;not speaking, that is, an infant (minor);figuratively a simple minded person, an immatureChristian: – babe, child (+ -ish).

Thayer Definition:
1.       an infant,little child
2.      a minor,not of age
3.      metaphorically childish, untaught, unskilled
Part of Speech: adjective

Saudara yang terkasih, Paulus menegaskan kepada kita agarjangan bersifat seperti kanak-kanak. Mari jangan lagi berfokus kepada diri kita sendiri, tetapi mulailah memperluas fokus perhatian kita kepada orang-orang di sekitar kita. Khususnya arahkanlah fokus orang-orang di sekitar kita agar mereka dapat melihat Tuhan Allah dan Bapa kita, dan putra-Nya Yesus Kristus. Ketika kita berhasil mengarahkan perhatian mereka kepada Tuhan, dan pada akhirnya mereka melihat kebesaran kasih, kuasa, dan kemegahan rencana-Nya bagi mereka. Dengan demikian mereka pun turut mengalami-Nya sehingga hidup mereka diubahkan. Marilahbelajar menjadi hamba Tuhan yang dewasa.

  • Kedewasaan seorang hamba TUHAN tidak diukur oleh banyaknya karunia Roh-nya

Karunia-karunia roh memang penting dan kitamembutuhkannya untuk dapat menjalankan tugas di dalam dunia ini. Namun karuniaRoh bukanlah focus utama mengapa Allah memberikannya kepada saudara dansaya. 

Mengapa Paulus menegur jemaat Tuhan di Korintus ini?Karena mereka sudah bertindak seperti seorang anak kecil yang mendapatkanmainan yang baru. Catatan dari 1 Korintus 12-14 merupakan penjelasan dariPaulus mengenai apa karunia Roh itu dan bagaimana karunia itu harusdipergunakan. Paulus menyebutkan  dalam 1Kor 12 : 6-11 : 

6  Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib,tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.  7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untukkepentingan bersama. 8  Sebab kepada yangseorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepadayang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata denganpengetahuan.  9  Kepada yang seorang Roh yang sama memberikaniman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10  Kepada yang seorang Roh memberikan kuasauntuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untukbernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakanbermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untukberkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karuniauntuk menafsirkan bahasa roh itu. 11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yangmemberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yangdikehendaki-Nya.

Dan kemudian dalam 1 Korintus 12: 31 Paulusmenegaskan : Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang palingutama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.  Apa jalan yang terutama itu? Selanjutnya dalam1 Korintus 13: 13 Paulus menyebutkan  “Demikianlahtinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang palingbesar di antaranya ialah kasih.”

Sekarang jelaslah bagi kita bahwa kedewasaan seoranghamba Tuhan bukan diukur dari seberapa banyak karunia yang ada padanya. Hamba Tuhanyang dewasa adalah yang mengetahui dengan benar apa sebenarnya karunia Roh, danbagaimana hidup sebagai seorang hamba Tuhan yang dewasa. Ia adalah seorang yangmencapai tahap hidup dalam kasih dengan ukuran yang tertinggi.
  • Kedewasaan Seorang hamba Tuhan ditentukan oleh seberapa besar ia dapat melakukan fungsinya
a)     Kedewasaansecara umum dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya (dikutip dari : http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010/03/ciri-ciri-orang-dewasa-dan-tidak-dewasa.html):

a.  Dewasasecara fisik, dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimalyang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel teluryang memadai pada wanita. Selain perkembangan sel-sel otot tubuh yangmenandakan sekaligus membedakan pria dan wanita.
b.   Dewasa secara psikologis, yang ditandaidengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadidalam kehidupan.
c.  Dewasasecara social-ekonomi, ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk mandiri,membiyayai kebutuhan hidup sendiri dan menangani berbagai hal dengan kemampuansendiri.

Selain tiga point diatas kedewasaan juga dapat dilihat dari beberapa kemampuan,seperti : 
  1. .  Kemampuan mengenali dan menerima diri sendiri 
  2. .  Kemampuanmenerima keberadaan orang lainKemampuan mengarahkan hidup kepada orang lain
  3.  . Kemampuan berpikir dan bertindak mandiri,menyuruh dan melarang diri sendiri, tahu tugas dan tanggung jawab, serta mampumembedakan mana yang benar dan tidak benar. 
  4. Berani untuk menerima resiko dari apa yang telahdiputuskannya.

Kita sudah belajar pengertian dewasa secara umum,sekarang marilah kita melihat makna dibalik kata “dewasa” yang dimaksudkan olehPaulus di dalam nats ini.

            1Co 13:11  Ketikaaku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa sepertikanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, akumeninggalkan sifat kanak-kanak itu
When I was a child, I spake as a child, I understood as a child, Ithought as a child: but when I became a man, I put away childishthings”
G435 ἀνήρ “anēr”A primaryword (compare G444); a man(properly as an individual male): – fellow, husband, man, sir.

Thayer Definition:
1) with reference to sex
1a) of a male
1b) of a husband
1c) of a betrothed or future husband
2) with reference to age, and to distinguish an adult man from a boy
3) any male
4) used generically of a group of both men and women
Part of Speech: noun masculine

  1. Seorang laki-laki dewasa adalah seseorang yang benar-benar memiliki seksualitas yang seharusnya ada dalam diri seorang laki-laki. Artinya bahwa bentuk badannya, organ-orangannya adalah murni laki-laki, bukan setengah-setengah. Dan ia memiliki kesadaran penuh bahwa ia adalah seorang laki-laki yang utuh. Sehingga orang tidak ragu mengelompokkannya sebagai laki-laki. Pada tahap ini orang tersebut mulai berpikir dengan cara yang berbeda dengan seorang wanita.
  2. Seorang laki-laki dewasa adalah seorang yang siap untuk menjadi seorang suami. Pada tahap ini, seorang laki-laki tidak lagi memikirkan dirinya sendiri. Segala hal  yang dia lakukan adalah untuk kepentingan pasangannya, dan anak-anaknya, serta semua orang yang ada dalam rumahnya.  Dia bertanggung jawab atas rumah tangganya.
  3. Dengan ungkapan “when I became a man, I put away childish things”  Paulus bukan hanya mengur kaum laki-laki, tetapi semua orang dewasa baik laki-laki dan maupun wanita. Paulus mengalamatkan kalimat ini kepada semua jemaat TUHAN. Sebagai jemaat yang sudah ditebus Tuhan denga darah-Nya, jemaat adalah hamba TUHAN.  Hamba Tuhan yang dewasa adalah hamba Tuhan yang berfungsi sebagai agen kerajaan Allah. Ia bertanggung jawab untuk memberitakan kabar baik kepada dunia, namun di sisi lain ia juga bertanggung jawab untuk menghidupi kabar baik itu. Ia adalah seorang yang dengan penuh kesadaran melakukan tanggung jawab itu 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: