Bagaimana orang Kristen menyikapi masalah? (part 2)


Masalah, persoalan, pencobaan, ujian atau apa pun namanya bukanlah hal baru dalam kehidupan setiap orang, baik yang digolongkan orang percaya TUHAN atau percaya hantu. Selama manusia masih hidup di  dunia ini, bisa kita katakan bahwa masalah unsur yang selalu mewarnai kehidupan manusia. Kalau begitu apa pentingnya membahas tentang masalah.


Bagi beberapa orang, baik yang memakai cap Kristen dan bukan, masalah dipandang seperti moster yang sangat menakutkan dan tidak mungkin dapat di selesaikan. Akibatnya, orang seperti ini menyelesaikan masalah tersebut dengan menghasilkan masalah baru. Ada yang menyelesaikannya dengan jalan pintas alias bunuh diri. Ada yang berusaha pergi ke orang yang katanya pintar eeeeeeeeeee ternyata ga pintar.

Beberapa orang memandang masalah sebagai suatu kenikmatan. Apa alasanya?

  1. Masalah adalah sarana untuk melatih pengenalan kepada TUHAN
  2. Masalah membuatnya semakin kuat karena semakin terlatih untuk menolong orang bermasalah dalam menyelesaikan masalah mereka.
  3. Masalah adalah sarana untuk membuatnya semakin merendahkan diri dan hati kepada sang pencipta.
  4. dll.

Di sini kita dapat melihat bahwasanya masalah itu adalah sesuatu yang unik. Masalah dapat menjadi lebih kuat apabila kita lemah, dan masalah yang sama juga dapat menjadi lemah dan tak berdaya apabila kita lebih kuat dari padanya. Perhatikanlah bacaan berikut ini yang akan menolong kita menyelesaikan masalah dengan cara yang benar.

Bahan bacaan : Mat 8:5-10

5. Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” 10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

Dalam pembacaan tersebut, seorang perwira ini memiliki persoalan yang sangat berat, yaitu hambanya sakit dan sangat menderita. Perwira ini tahu bahwa persoalan itu tidak dapat diatasinya. Sekali pun ia berkesempatan untuk mendapatkan hamba lain yang lebih sehat, namun perwira itu tidak melakukannya. Ia berusaha mencari jalan keluarnya. Hingga suatu waktu ia menemukan jalan keluarnya ada di dalam YESUS. Ia melepaskan semua jabatan dan harta bendanya, kemudian merendahkan diri di bawah kaki YESUS. Ia mengambil jalan yang paling tepat, yaitu dengan memintakan pertolongan kepada TUHAN YESUS. Hasilnya TUHAN menyembuhkan hambanya.

Ketika kita mengahdapi masalah, dan persolan apa pun, mari jangan pandang persoalan itu saja, tetapi datanglah kepada Yesus dengan hati yang penuh percaya kepada kesanggupan-Nya untuk menolong kita.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: