BOTOL PEMANAS DAN BONEKA, YES 65:23-25


Berikut ini adalah pengalaman Dr. Helen Roseveare, seorang misionaris di Zaire. “Suatu sore ketika saya melayani di Afrika, saya menolong seorang Ibu yang melahirkan di bangsal bersalin. Meski-pun kami sudah berusaha keras, nyawa Ibu itu tidak bisa tertolong. Ia meninggal dan kami harus merawat bayi prematurnya dan anak pe-rempuannya yang baru berumur 2 tahun. Karena bangsal bersalin itu belum memiliki listrik ataupun inkubator,  sangat sulit mempertahankan bayi itu agar tetap hidup. Padahal suhu di malam hari sangat dingin meskipun negara itu terletak di wilayah equator. Seorang assisten mengambilkan botol pemanas kami yang terakhir untuk menjaga agar tubuh bayi itu tetap hangat. Namun kami kembali putus asa karena botol pemanas itu pecah. Saya memerintahkan agar tubuh bayi itu dibungkus dengan selimut tebal dan men-dekatkannya ke perapian agar tidak kedinginan.

Besoknya saya mengikuti persekutuan doa dengan anak2 yatim piatu. Kepada mereka saya menceritakan tentang bayi itu, kakaknya yang berusia 2 tahun dan botol pemanas yang pecah. Ketika berdoa, seorang anak Afrika bernama Ruth yang berumur 10 tahun berkata, ‘Tuhan, kirimkan kepada kami sebuah botol pemanas sore ini. Kalau Engkau mengirimkannya besok pagi maka akan terlambat karena bayi itu pasti sudah meninggal. Jika Engkau mau melakukannya, maukah Engkau juga mengirimkan sebuah boneka untuk kakaknya agar ia tahu bahwa engkau menga-sihinya juga. Amin.’

Saya tidak dapat percaya bahwa Allah akan melakukan hal itu. Saya percaya Allah dapat melakukan segala sesuatu tetapi itu butuh waktu. Saya belum pernah menerima kiriman paket dari rumah selama 4 tahun terakhir ini. Kalaupun seseorang mengirimkan paket,  tidak mungkin ia akan mengirimkan botol pemanas ke Afrika yang adalah negara tropis ini?

Senja hari saya mendengar suara mobil datang. Saya melihat sebuah paket besar telah diletakkan di beranda apartemen saya. Dengan mata berkaca-kaca saya memanggil semua anak2 agar kami dapat membukanya bersama. Selain baju dan obat-obatan, saya tidak dapat mempercayai penglihatan saya! Sebuah botol pemanas karet yang baru! Saya menangis. Saya tidak berani meminta itu secara langsung kepada Allah tetapi Ruth melakukannya. Ruth berkata, ‘Bila Allah mengirim botol pemanas, maka Dia juga pasti mengirim boneka.’ Dia terus membongkar sampai ia menemukan sebuah boneka cantik. Mata Ruth bersinar dan ia berkata, ‘Dapatkah kita menemui gadis kecil itu dan memberikan boneka ini sehingga dia tahu bahwa Yesus mengasihinya?’

Paket itu dikirim oleh sekelompok anak2 Sekolah Minggu 5 bulan yang lalu. Guru mereka sangat taat pada Allah bahkan ketika Allah memerintahkan untuk mengirim botol pemanas ke negara equator. Salah satu dari mereka memberikan boneka, dan hal ini terjadi 5 bulan sebelum Ruth berdoa, “Tuhan, kami membutuhkan sore ini juga.”

Kembali kita diingatkan kepada firmanNya, “Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.” (Yesaya 65:24). Kuasa Allah mengatasi segala kepicikan dan keterbatasan pemikiran kita namun Ia tidak pernah lalai menepati janjiNya kepada mereka yang percaya sepenuhnya pada kuasaNya. Jauh sebelumnya Allah sudah mengetahui bahwa suatu saat seorang anak kecil akan meminta botol pemanas dan boneka kepadaNya. Apa yang Allah lakukan? Sebelum permohonan itu diucapkan Dia sudah menjawab karena Ia sudah mendengar. Terpujilah Allah kita yang Pengasih.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: