Cintailah Ibumu


English: Mother and a child

English: Mother and a child (Photo credit: Wikipedia)

Ulangan 5:16; Amsal 23:22

Ketika itu Sang Pencipta telah mengakhiri penciptaanNya di hari kelima. Pada hari keenam Ia telah menciptakan Adam dan kini giliran Ia menciptakan seorang ibu. Salah seorang

malaikat menghampiri Sang Pencipta dan berkata, “Banyak sekali waktu yang dihabiskan untuk menciptakan calon ibu ini.” Sang Pencipta menjawab, “Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? Ibu ini harus tahan air (waterproof) tapi bukan dari plastik. Aku mendisain 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai. Ia harus bisa hidup dari ma-kanan yang seadanya. Ia harus memiliki kuping yang lebar untuk menampung semua keluhan anak2 dan suaminya. Ia harus didisain dengan ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukkan hati anak2nya. Dia harus memiliki lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah. Aku juga akan memberinya enam pasang tangan.” Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya, “Enam pasang tangan?” “Tentu saja … tetapi bukan tangan yang akan merepotkan Aku, melainkan tangan yang melayani dan mengatur segalanya menjadi lebih baik. Aku juga akan memberi tiga pasang mata padanya.”  Si malaLoving Mother memorial poemikat semakin heran “Bagaimana modelnya?” Sang Pencipta mengangguk-angguk, “Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat, di mana ia dapat mengetahui yang  terjadi tanpa harus bertanya. Sepasang mata kedua Kuberi nama mata hati yang berfungsi turut merasakan kegembiraan dan kesedihan anak2nya. Sepasang mata ketiga berfungsi untuk menatap lembut anak-anaknya yang melakukan kekeliruan. Mata itu dapat berkata, “Saya mengerti dan saya sayang kamu, lain kali jangan lakukan hal ini lagi ya …”

“Istirahatlah,” saran malaikat. “Saya tidak dapat, saya sudah hampir selesai. Sebagai ibu, nantinya ia harus dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Ia akan kulengkapi dengan kepandaian untuk mengatur dua ons daging bagi 6 orang anak. Ia juga harus mampu menyu-ruh anak berumur 9 tahun untuk pergi mandi, pada saat ia sedang asyik bermain.” Akhirnya si malaikat memutar-mutar contoh ibu itu perlahan-lahan, “Terlalu lunak,” komentarnya. “Tapi kuat,” jawab Sang Pencipta, “tak dapat kau bayangkan betapa banyak beban yang dapat ia pikul dan derita.” “Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat. “Ia bukan hanya dapat berpikir, tetapi ia dapat memberikan gagasan dan ide-ide,”  kata Sang Pencipta. Malaikat menyentuh pipinya, “Eh … ada kebocoran di sini.” “Itu bukan kebocoran, itu adalah air mata … air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan dan air mata air mata lainnya.”

Love Your Mother

Akhirnya malaikat berkata kepada semua anak-anak di dunia ini, “Cintailah ibumu, karena banyak penderitaan yang harus ditanggungnya demi anak-anaknya. Cintailah isterimu, karena ia telah menjadi penolong bagimu dalam banyak hal.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: