Kasih Yang Memberi


Lukas 6:30

 

Di Natal tahun itu Mark mengunjungi orang tuanya yang tinggal di kawasan pertam-bangan Virginia Barat. Saat itu ia memperhatikan sepasang suami isteri berhenti di

depan seorang tua yang timpang. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia mengenal sang suami sebagai seorang buruh tambang yang harus bekerja keras untuk mendapatkan sejumlah uang.  Mark melihat sang isteri berbisik kepada suaminya dan sang suami nampak tersenyum. Isteri buruh tambang tersebut lalu mengambil dompet hitamnya yang berisi uang koin, mendekati orang timpang itu dan menuangkan semua isi dompetnya ke kaleng si timpang. Koin-koin yang jatuh ke kaleng si timpang bergemerincing bunyinya. “Selamat Natal,” kata buruh tambang dan isterinya. Orang timpang itu membalas dengan ucapan terima kasih dan rasa haru yang dalam atas apa yang telah diterimanya.

Suami isteri itupun pulang dengan berjalan kaki karena dompet mereka telah kosong. Tetapi Mark memperhatikan langkah mereka begitu ringan dan wajah mereka memancarkan sukacita yang tidak terlukiskan. Mark yakin bahwa perjalanan itu tidak akan melelahkan mereka karena tindakan untuk memberikan apa yang mereka miliki kepada si timpang telah mengerjakan keajaiban besar yang meringankan langkah dan melapangkan hati mereka.

Ada damai sejahtera dan sukacita ketika kita belajar melakukan firman Tuhan dan membagikan kasih Yesus yang ada di dalam hati kita kepada orang lain. Saya pernah men-dengar kata-kata para bijak yang berkata, “Kepuasan dan kebahagiaan tidak selalu didapatkan melalui apa yang kita terima melainkan juga melalui apa yang kita beri-kan.” Natal berbicara tentang pemberian Allah yang terbesar bagi manusia. Tukang tambang dan isterinya telah belajar memberi. Mereka membuat pilihan yang luar biasa bukan saja bagi orang timpang itu tetapi juga bagi diri mereka sendiri. Mungkin kita berpikir, apalah artinya beberapa keping uang koin itu. Tetapi uang-uang koin itu sangat berarti bagi sepasang suami isteri tersebut. Paling tidak mereka bisa membayar sewa angkutan sampai ke rumah dan mereka tidak perlu berjalan kaki. Apakah ini kerugian bagi mereka? Sama sekali tidak! Tuhan mengerjakan keajaiban tersendiri di dalam hati mereka karena pemberian itu. Keajaiban yang tidak dimiliki oleh para pejabat dan orang-orang kaya yang memiliki banyak uang dan harta namun tidak pernah mengingat orang-orang yang menderita.

Suami isteri buruh tambang itu telah menyediakan tempat yang layak bagi Yesus di dalam hati mereka karena sekalipun kekurangan, mereka tetap membagikan kasih Yesus kepada yang lain. Mungkin kita memiliki lebih dari sekedar uang koin yang dapat kita berikan. Berikanlah, agar orang-orang dapat menikmati kehadiran Sang Juruselamat itu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: