LAKUKAN SEMUANYA KARENA KASIH, 1 Korintus 3:10-15; Kol 3:14, 17


Seorang saudagar muda baru meninggalkan sebuah Panti Asuhan dengan senyum puas, sesudah menyerahkan bingkisan Paskah berupa beberapa pasang pakaian, bahan makanan dan sebuah amplop berisi persembahan kasih dalam jumlah yang cukup besar. Dia membelokkan mobilnya kembali ke rumah ketika puluhan pasang mata anak yatim piatu menghantar kepergiannya. Hampir semua orang di kotanya mengenal saudagar ini sebagai seorang yang dermawan dan berhati mulia karena ia suka memberi bantuan dalam jumlah yang besar. Tidak heran kalau ke manapun ia pergi, orang-orang selalu menghormati dan menyapa dia. Saudagar ini juga merupakan donatur terbesar di gerejanya yang juga selalu menyalurkan bantuan kepada beberapa hamba Tuhan yang kemudian mengirimkan surat ucapan terima kasih dengan pujian yang berlebihan kepadanya.

Di kota yang sama tinggal pula seorang petani tua di pinggiran kota yang juga suka menolong sesamanya meskipun dalam cara yang sangat sederhana. Di hari Minggu pagi ia membawa seikat daun singkong dan tiga biji tomat yang baru dipetik dari kebunnya. Maklumlah sebelum tomat2nya sempat mematangkan buahnya, sudah dirusak hama terlebih dahulu. Ia memberikan selembar uang ribuan hasil penjualan sayurnya sebagai persembahan kepada orang-orang yang membutuhkan. Tetapi apalah artinya uang seribu milik si petani dibanding jutaan uang yang biasanya disumbangkan si saudagar kaya. Petani tua ini tidak pernah mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari orang-orang di sekitarnya. Jangankan mendapat penghormatan, dikenalpun belum tentu. Mungkin karena apa yang bisa ia lakukan tidak kelihatan sama sekali? Tetapi itu tidak jadi masalah baginya.

Suatu ketika saat pengadilan Kristus pun tiba. Kedua orang ini menunggu apa yang akan diputuskan Hakim atas mereka. Saudagar kaya menghadap takhta untuk diadili, upah apa yang pantas diterimanya. Saudagar itu berpikir, semua perbuatan baiknya pasti mendapat nilai besar dari Sang Hakim. Tetapi ketika diuji, semua pekerjaannya hangus terbakar. Saudagar itu protes! “Tapi Tuhan, aku secara rutin memberikan bantuan yang besar kepada anak yatim.” “Engkau melakukan itu untuk mendapatkan penghormatan!” jawab Sang Hakim tegas. “Aku selalu memberi dalam jumlah yang banyak untuk gereja dan hamba2 Tuhan,” sahutnya lagi. “Aku tahu, tetapi kau melakukannya agar namamu dikenal di mana-mana.”

Kini giliran petani tua diadili. Hakim itu menguji pekerjaan dan perbuatannya selama ada di dunia. Anda tahu, semua perbuatan kecil yang dilakukan atas dasar kasih kepada Tuhan dan sesama akan teruji seperti emas murni yang tidak akan hangus terbakar. Perbuatan orang tua itu terbukti dan teruji karena bahan-bahannya adalah “emas murni”. Lakukanlah semua pekerjaan, pelayanan dan perbuatan baikmu kepada sesama bukan untuk mencari nama, mendapatkan uang dan terkenal. Tetapi Anda harus melakukannya karena kasih!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: