PENGADILAN TERAKHIR, Yoh 5:29; Kis 17:31; Rm 10:11; 1 Ptr 2:6


Setelah aku menjalani hidup yang wajar di dunia maka sampailah semuanya pada masa akhir. Hal pertama yang aku ingat adalah aku duduk pada sebuah kursi di ruang tunggu yang aku duga adalah sebuah ruang pengadilan. Kemudian pintu terbuka dan aku diperintahkan untuk masuk dan duduk pada kursi terdakwa. Saat aku melihat Sang Jaksa, dia melirik ke arahku dan tersenyum licik, menurut aku dia adalah orang tersadis yang pernah aku lihat. Aku duduk dan menoleh ke sebelahku dan di sana duduk Pengacaraku, seorang yang lembut yang sepertinya pernah kulihat.

Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan memakai jubah. Dia membuat mataku terfokus padanya … begitu besar kharismanya. Sesaat setelah ia duduk, “Mari kita mulai,” katanya. Sang Jaksa berdiri dan berkata, “Aku bernama Setan dan aku berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik duniaku yaitu Neraka.” Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah kukatakan, barang yang aku curi di masa lalu dan saat aku menipu orang lain. Aku begitu malu sampai2 tidak mampu untuk mengangkat kepalaku. Melihat ke Pengacara pun aku malu. Setan terus mengatakan kesalahan2ku yang kebanyakan tidak aku ingat lagi.

Saat Setan mengatakan semuanya itu akupun merasa kesal dan sedih terhadap Pengacaraku yang hanya diam dan tidak mencoba membelaku. Aku berpikir memang semua itu benar tapi juga tidak sedikit aku berbuat baik di dunia semasa hidupku dan aku kira semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan2ku tersebut. Ya … kira-kira sebandinglah. Setan selesai dengan nafas menggebu dan berkata “Orang ini milik Neraka, dia bersalah atas semua yang aku katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat menyanggah kesalahannya. Keadilan akan ditegakkan saat ini juga.” Kemudian tiba giliran Pengacaraku, pertama Dia minta untuk diizinkan menghampiri Sang Hakim. Hakim mengizinkan walau sempat disanggah oleh sang Setan. Saat pengacaraku berdiri dan mulai menghampiri Hakim, aku dapat melihat Dia secara utuh. Penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu aku baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar. Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku. Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya, “Bapa, semua yang Setan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Aku tidak akan menyanggah argumentasi tadi. Dan benar, upah dosa adalah maut. Orang ini pantas dihukum!!!” Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berpaling menghadap Hakim dan berkata, “Tetapi Aku telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerimaKu sebagai Penyelamatnya, jadi dia adalah milikKu.” Tuhan melanjutkan kalimatNya, “Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dari padaKu. Setan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan melainkan belas kasihlah yang ia perlukan.”

Yesus duduk lalu berkata, “Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan … semuanya telah Aku se-lesaikan.” Sang Hakim mengangkat palunya dan “blaammm!!!”. Yesus menggandeng tanganku, sempat terdengar Setan menggerutu, “Aku tidak akan berhenti, aku akan menang lain kali.” Sementara itu aku memberanikan diri bertanya kepada Yesus, “Tuhan, pernahkah Engkau kalah dalam kasus seperti ini?” Dia tersenyum dan berkata, “Semua yang datang kepadaKu dan memohon Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini … Semua telah dibayar penuh!! (Anonim).

One response to this post.

  1. Sudahkah Anda Mengalami Kasih-Nya yang menyelamatkan? Jikalau belum, sekaranglah waktunya. Jangan tunggu sampai Anda tua baru berkata saya butuh Juru selamat. Sebab masa hidup setiap orang di muka bumi ini dibatasi oleh waktu. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktu terakhir bagi kita menghirup oksigen yang tersedia di bumi ini. Namun yang pasti akan tiba giliran kita untuk mengakhiri segala aktivitas di bumi ini. Sudahkah Anda menerima jaminan keselamatan yang sudah TUHAN siapkan bagi Anda?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: